Kegiatan

 

Yayasan BaKTI Adakan Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Responsif-Gender untuk SKPD Belu, NTT

18 Maret 2016
Penulis: admin

Panitia Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Atambua (PPSE-KA) Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belu dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) menyelenggarakan Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Responsif-Gender (PPRG) untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada 16-17 Maret 2016 di Hotel Permata Atambua.

Lokakarya yang didukung Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan) ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PPSE-KA, Bappeda Belu, dan DPRD Belu terkait Peningkatan Kapasitas SKPD dan anggota DPRD dalam Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender. Lokakarya bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman staf SKPD mengenai perspektif gender; (2) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan staf SKPD untuk perencanaan dan penganggaran yang responsif gender; (3) meningkatkan pemahaman SKPD untuk percepatan dan pelembagaan pengarusutamaan gender (PUG).

Lokakarya diikuti oleh 28 peserta, yang terdiri dari 17 orang mewakili SKPD dan 11 dari organisasi masyarakat sipil. Peserta dari SKPD adalah pimpinan dan perencana di SKPD utama yang merupakan penggerak PUG dan mitra PPSE-KA dalam Program MAMPU, yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pemberdayaan Perempaun (BPP), Inspektorat, Badan Keuangan Daerah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.

Lokakarya PPRG difasilitasi oleh Misbah Hasan dari Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) dan Yudha Yunus dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar. Lokakarya dibuka oleh Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan, yang juga dihadiri oleh Project Manager Program MAMPU Yayasan BaKTI, Lusia Palulungan, dan Monitoring and Evaluation Officer Program MAMPU-BaKTI, M. Taufan.

Dilaporkan oleh M. Ghufran H. Kordi K. (BaKTI)